Sawah Unik Berbentuk Jaring Laba - Laba dari Flores

Cancar Spider web rice field
Dari pelabuhan Labuan Bajo kami di jemput oleh mas Arken dan mas Carlo, mereka yang akan mengantarkan kami ke desa Wae Rebo sampai kembali ke Labuan Bajo. Saya dapat contact mereka dari teman saya Ria, karena rekomendasi dari Ria dan saya sudah coba cari  beberpa rental mobil plus supir disana mahal - mahal jadi saya pakai rental mobil mas Arken (085237525344).

Mobil pun langsung menuju ke Ruteng, diperjalanan kami mampir di desa Lembor untuk makan malam karena di Ruteng kalau sudah larut malam rumah makan jarang ada yang masih buka. Perjalanan yang di tempuh dari Labuan Bajo ke Ruteng kira - kira 4 jam.

Hotel Rima (Foto credit : Delly)
Kami pun sampai di Hotel Rima, hotel yang sudah saya booking jauh - jauh hari. Ruteng sama seperti Puncak Bogor udaranya dingin, mau mandi pun harus pakai heater untung lah di kamar kami tersedia water heater. Malamnya kami repacking lagi merapihkan barang - barang mana saja besok yang akan di bawa saat ke Wae Rebo dan yang akan di tinggal di mobil.


Sebelum berangkat kami sarapan dulu setelah selesai sarapan saya langsung ke receptionist untuk menyelesaikan administrasi. Disana saya bertemu dengan mba Grace, dia adalah salah satu staff yang mengurus pemesanan kamar. Sebenarnya untuk booking hotel Rima bisa by phone atau melalui pemesanan on line. Jika mau by phone bisa langsung contact ke mba Grace (081316217337).

Hotel Rima rekomend untuk kantong backpacker seperti kami, harganya tidak terlalu mahal dan pelayanannya sangat baik. Di parkiran mas Arken pun mulai menyusun semua tas carriel kami dibelakang, untung lah mobilnya inova jadi kami ber delapan cukup semua.

View menuju Cancar
Kali ini mas Carlo yang menyetir mobil gantian dengan mas Arken. Sepanjang perjalanan pemandangannya gunung dan juga sawah, kiri kanan jalan warnanya hijau bikin mata adem. Cancar berada di Kabupaten Mangarai, NTT. Dari Ruteng ke Cancar hanya memakan waktu kurang dari satu jam atau kira - kira 12 km. Setelah melewati pasar cancar akhirnya kami sampai di salah satu rumah penduduk yang menjadi tempat pendaftaran dan beli tiket masuk.

Kami harus mengisi buku tamu dulu dan membayar tiket masuk, setelah itu setiap orang akan di berikan satu buah tongkat untuk trekking ke atas. Dari rumah bawah kami harus menaiki beberapa anak tangga untuk melihat spider web field nya atau sawah dengan bentuk jaring laba - laba.  
Dari atas baru terlihat bentuknya
Indonesia kece
Yeayy ...

View dari sisi lain

Sawah yang kalau dilihat dari atas ini berbentuk seperti spider web namanya Sawah Lingko.
Konon katanya sawah Lingko dimiliki oleh beberapa kepala keluarga, yang pembagiannya diatur oleh ketua adat di Mangarai, NTT. Ini adalah salah satu ke unikan budaya dan ke arifan lokal yang di miliki oleh Flores.

Yang membuat saya bingung adalah bagaimana caranya mereka bisa membentuk sawah seperti jaring laba - laba. Mungkin saya harus mencari tahu di Google atau bertanya langsung sama orang asli Flores hehehe... Setelah kami selesai menikmati keindahan dan ke unikan sawah Lingko di Cancar kami pun kembali ke bawah karena kami masih melanjutkan perjalanan ke desa Wae Rebo. Dan akhirnya salah satu wish list saya pun bisa terpenuhi.




Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Backpacker ke Nusa Penida Bali

Kini Akses Menuju Geopark Ciletuh Lebih Mudah dan Cepat Melalui Jalur Loji

Kemping Ceria di Hutan Pinus Loji Bogor