Kini Akses Menuju Geopark Ciletuh Lebih Mudah dan Cepat Melalui Jalur Loji

Curug Cikanteh Geopark Ciletuh
Akhirnya mood menulis saya kembali lagi setelah awal tahun kemarin berlibur bersama keluarga ke Geopark Ciletuh. Semangat langsung keluar karena saya sebagai anak daerah perlu mempromosikan tempat wisata yang berada di kampung halaman saya sendiri. Geopark Ciletuh menjadi destinasi wisata baru yang mungkin nanti akan menjadi tempat yang akan banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun manca negara. Sebenarnya tempat wisata ini sudah lama ada akan tetapi karena aksesnya masih kurang bagus mungkin wisatawan enggan datang ke sini. Sekarang  saya dengar Geopark Ciletuh-Palabuhanratu siap-siap naik level menjadi UNESCO Global Geopark (UGG) dan menjadi destinasi wisata dunia.

Untuk memperlancar penilaian, Pemerintah daerah membenahi kawasan Geopark Ciletuh.
Khususnya pada akses jalan menuju kesana sekarang bisa lebih cepat dan mudah melalui jalur baru yaitu jalur Loji . Dari Kota Palabuhan ratu setelah Bagbagan akan bertemu pertigaan, setetah bertemu pertigaan jalan ambil arah ke kanan menyusuri Pantai Loji. Waktu yang ditempuh kurang lebih satu jam sampai di Puncak Darma dengan jarak perjalanan 33 kilometer. Sedangkan akses lama di tempuh dengan waktu kurang lebih tiga jam dengan jarak perjalanan 71 kilometer. Dahulu jalur loji ini ujung jalannya adalah Kuil Dewi Kwan im dengan adanya pembangunan jalur baru ini Pemerintah membuka jalan dengan membelah bukit sampai ke Puncak Darma Ciemas, luar biasa bukan !
View sepanjang perjalanan
Di jalur lama mungkin yang dilihat hanya hutan belantara sedangkan melalui jalur Loji mata kami selalu dimanjakan dengan pemandangan lautan biru dan juga hijaunya hamparan sawah. Perjalanan lebih menyenangkan dan tidak membosankan.

Melewati sungai
Ketika kami kesana masih ada sedikit pembangunan jembatan yang belum rampung dan memaksa kami harus melewati sungai kecil yang berbatuan. Saya yakin sebentar lagi Pemerintah akan segera menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut. Upaya Pemerintah terbilang sangat cepat dalam mengejar pembangunan akses jalan baru ini karena pada bulan Juni 2017 salah satu teman saya berkunjung Geopark Ciletuh dan saat itu masih melalui jalur lama melewati hutan.
Jalannya yang sudah bagus
Jalur menanjak jadi harus berhati - hati

Yang perlu di perhatikan untuk jalur Loji ini adalah adanya ruas jalan yang menanjaknya lumayan panjang dan melewati beberapa tikungan. Jadi pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik. Kemarin kami bertemu mobil dan angkot dengan muatan penumpang yang lumayan banyak mereka terpaksa putar balik karena kondisi kendaraan yang tidak memungkinkan untuk naik.

Puncak Darma
Family trip
Puncak Darma
Spot pertama kami adalah Puncak Darma, pengunjung dipunguti tiket masuk sebesar Rp. 3.000/orang. Disini kami beristirahat sejenak sambil menikmati pemandangan teluk Pelabuhan ratu dan Pantai Palangpang. Saya terkagum dengan pemandagan yang ada di Puncak Darma yang melebihi ekspektasi saya. Ketika saya posting foto Puncak Darma di sosmed beberapa teman yang pernah kesini sebelumnya kaget melihat foto saya bersama keluarga dan keponakan di Puncak Darma. Mereka bertanya kepada saya, apakah saya treking dari parkiran yang berada di Curug Cimarijung ?
Saya jawab " Gw cuma turun  dari mobil dan jalan kaki dari parkiran persis depan Puncak Darma ". 

Ternyata sebelum ada jalur Loji dan pembangunan infrastruktur Pengunjung harus memarkirkan kendaraanya di Curug Cimarinjung dari situ pengunjung treking kurang lebih satu jam keatas Puncak Darma. Saya angkat topi untuk upaya pemerintah daerah dalam pembangunan jalur baru yang cepat ini. Ini bisa meningkatkan Pariwisata lokal dan  ekonomi  penduduk sekitar.

Curug Cimarinjung
Setelah puas menikmati pemandangan di Puncak Darma tidak jauh dari Puncak Darma kami turun melanjutkan perjalanan ke Curug Cimarinjung. Karena musim hujan dan debit air terjun yang cukup deras kami hanya bisa berfoto dengan jarak yang lumayan jauh. Curug Cimarinjung salah satu ikon dari Geopark Ciletuh, bagi wisatawan yang suka fotography mungkin akan senang berkunjung kesini karena tempatnya yang  fotogenic. Tiket masuk ke Curug Cimarinjung Rp. 3.000/orang. 
Pantai Palangpang
Dari Curug Cimarinjung kami menuju pantai Palangpang untuk makan siang. Ketika sampai ternyata tempatnya tidak nyaman untuk makan siang sambil gelaran tikar. Akhirnya kami melewati Pantai Palangpang dan langsung menuju Curug Sodong.

Dari jauh curug sodong sudah terlihat

Dari jauh Curug Sodong sudah terlihat dan dari jalan raya masih lanjut ke dalam. Lagi lagi mata kami dimanjakan dengan hamparan sawah. Udara disana sejuk dan bersih jauh dari polusi udara. Selama perjalanan kami mematikan AC mobik dan menggunakan udara alami dari luar jendela mobil.
Botram
Sampai di parkiran Curug Sodong kami mencari tempat di pondokan warung untuk makan siang. Seperti biasa Ibu saya sudah mempersiapkan perbekalan makanan untuk makan siang, sudah lama kami tidak botram (bahasa sunda untuk makan bersama-sama) diluar. Momen liburan tahun baru menjadi moment yang langka untuk kami bisa kumpul semua sekeluarga. 
Curug Sodong

Lokasi Curug Sodong persis di depan parkiran jadi tidak perlu effort lebih untuk bisa melihat Curug Sodong. Curug Sodong terdiri dari Curug kembar yang ada dibawah dan satu Curug diatas. Dalam satu kawasan ini ada Curug lainnya yang tidak kalah cantik yaitu Curug Cikanteh.

Hati - hati
Untuk sampai di Curug Cikanteh dari parkiran kami harus treking kurang dari satu kilometer atau sekitar 15 - 20 menit. Ibu saya yang awalnya ikut akhirnya ditengah perjalanan menyerah dan memutuskan kembali ke pondokan warung karena medannya yang lumayan menanjak. Saya dan yang lainnya memperhatikan dan memegangi satu - satu para keponakan karena treknya yang lumayan dan ada medan dimana kita harus berhati - hati menyebrangi sungai dengan jembatan kayu yang seadanya.

Curug Cikanteh
Model dadakan
Curug Cikanteh


Akhirnya sampai juga di Curug Cikanteh yang tidak kalah keren dari curug lainnya. Dari curug - curug lain yang kami kunjungi disini, Curug Cikanteh satu - satunya curug yang aman untuk bermain air / berenang. Keponakan saya bisa bermain air disini ( tentunya dengan pengawasan orang dewasa ), mereka sangat excited bisa berenang disini. Senangnya bisa mengajak traveling mereka sambil bermain di alam bebas ditengah era digital seperti saat ini. 

Setelah selesai bermain air kami langsung kembali ke pondakan warung untuk packing pulang rencananya kami akan mampir di Panenjoan. Sebenarnya Geopark Ciletuh memeliki beberapa curug lainnya karena waktu yang tidak cukup kami melewati beberapa curug. Kami sedikit kesulitan mencari lokasi Panenjoan dan beberapa kali kami bertanya kepada penduduk setempat. Lokasi Panenjoan sendiri berada di Desa Ciemas, sedikit menjauh dari lokasi jalan pulang diawal.
Panenjoan

Mega Ampi Teater


Panenjoan adalah tempat dimana kami bisa melihat dari atas pemandangan sawah dan laut atau nama kerennya Mega Ampi Teater. Sebenarnya pemandangan disini hampir sama dengan Puncak Darma bedanya disini pemandanganya lebih luas. Di Panenjoan ada beberapa tempat spot untuk berfoto yang dikelola oleh pihak swasta jadi pengunjung bisa memilih spotnya.  Seperti saya dan keluarga memilih  salah satu spot foto ini atas rekomendasi dari teman dan untuk harga tiket masuknya Rp. 5.000/orang.

Panenjoan adalah spot terakhir dan penutup dari family one day trip kami mengeksplore Geopark Ciletuh. Pulangnya kami lewat jalur lama yaitu jalur Cigaru karena jika putar balik lewat jalur Loji selain sedikit lebih jauh saudara ipar saya sedikit kuatir dan ragu untuk menyetir karena ada jalan kecil menanjak dekat Curug Cimarinjung menuju Puncak Darma. Perjalanan pulang melalui Cigaru kami tempuh dalam waktu dua jam.

Sebagai anak daerah setempat saya bangga mempunyai tempat wisata yang bagus seperti ini. Setidaknya sekarang jika ada teman yang bertanya sudah pernah ke Geopark Ciletuh  atau belum ? Saya bisa menjawab sudah pernah dan bisa menjelaskan sekaligus mempromosikan tempat ini.

Jadi sekarang bagi teman - teman dari Jakarta, Bogor, Bekasi ataupun Bandung tidak perlu ragu untuk datang ke Geopark Ciletuh karena kini aksesnya jauh lebih mudah dan cepat. Geopark Ciletuh bisa menjadi rekomendasi destinasi wisata baru untuk teman - teman yang suka traveling dan photography karena banyak spot bagus untuk hunting foto.


Tips :
Pastikan bahan bakar mobil terisi penuh karena selama disana kami tidak menemukan SPBU.


Comments

  1. Thanks sharing one day trip nya. Aku mau nanya, apakah untuk mobil sedan aman digunakan utk ketempat2 yang disebutkan diatas ? Saya tinggal di bogor , mungkinkan bisa PP untuk menikmati tempat2 yg sama yg dikunjungi anda . Thanks ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aman mba asal muatan penumpangnya tidak terlalu banyak, kemarin kami kesana semua mobil kecil & kebetulan kaka saya pakai sedan Corola thn 2000. Tapi pulangnya lewat jalur Cigaru sekalian mampir ke Panenjoan krn kalau balik lagi ke jalur semula ada tanjakan ekstrim setelah Puncak darma. Untuk PP bisa saja asalkan jalan subuh dari Bogor krn kadang suka macet di Ciawi, Lido & Cicurug. Akan lebih baik nginep di Geopark atau diPelabuhan ratu mba :)

      Delete
  2. hi mba.. ada lokasi yg aman untuk camping di sana..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu sebelum seramai sekarang bisa camping di Puncak Darma tapi sekarang sudah nggak bisa. Kalau mau coba camping di Pantai Palangpangnya saja, tahun baru kemarin teman - teman saya buka tenda disana.

      Delete
  3. Mba, jadi kalo dari Bogor rute nya gimana yg penting pendek,karena BOCIMI satu arah. Tx

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bocimi karna masih pembangunan jadi baru bisa keluar di Cigombong. Nanti sebelum Pasar/Terminal Cibadak belok ke kanan ambil jalan alternatif Cikidang karena lebih cepat sampai di pelabuhanratu tapi harus hati - hati bawa kendaraannya karena ada beberapa turunan & tanjakan curam.

      Delete
  4. Ada penginapan recommended kah di sekitar geoparknya mba? Tks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena rumah saya di Pelabuhanratu jadi kemarin PP mas/mba .

      Delete
  5. Kalau naik bis dari bandung jalannya memungkinkah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dari Bandung bisa ke Sukabumi lalu dr Sukabumi bisa naik Bis tujuan Pelabuhan Ratu. Mungkin agak kesulitan transportasi dr Pelabuhanratu ke Geopark Ciletuh. Karena belum ada kendaraan umum kesana. Alternatifinya bisa sewa mobil atau motor diPelabuhanratu.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Backpacker ke Nusa Penida Bali

Kemping Ceria di Hutan Pinus Loji Bogor