Pulau Padar Klimaks Dari Perjalanan Kami (LOB)



Rabu adalah hari ke empat dan hari terakhir dari perjalanan live on board kami. Jam 6 pagi kapal kami mulai berlayar dari pulau tempat kapal kami bersandar semalam. Menurut Pak Abdul estimasi perjalanan kita - kira 2 jam. Saya pun berdiri di depan kapal sambil ngobrol dengan salah seorang ABK.
" Pak, perjalanan 2 jam yah ke Pula Padar "
" Iya mba saya juga kurang tahu karena ini baru pertama kali kapal ini ke Padar, guide nya pun ngak tahu mba ".
Wow saya sempat kaget ternyata mereka tidak tahu jalan menuju ke Padar, memang saya tahu kalau sekarang kapal dari Lombok tidak boleh memasuki pulau Padar jadi harus pindah kapal dulu. Karena saya negosiasi dengan Pak Abdul jadi dia menyanggupi Padar masuk dalam itinerary kami.

" Terus ini gimana caranya kita tahu jalan ke Padar Pa? "
" Kita ikutin kapal itu mba ". Si Bapak menunjuk salah satu kapal di depan kami.
" Loh emangnya kapal itu mau ke Padar juga pak? ".
" Iya itu kapal dari Bajo mau ke Padar, kaptennya orang Bugis juga, kita sudah janjian ".
Wah syukur lah  kalau teman - teman  tahu kapal ini tidak tahu jalan ke Padar pasti saya uda di marah - marahin karena ngak becus jadi TL hehehe  ...


Sampai di Padar
Gugusan pulau dengan bukit - bukit yang berwarna cokelat mirip seperti jaman Dinosaurus. Kami sangat excited karena Padar adalah klimaks dari perjalanan kami. Ya, Padar adalah maincourse dari live on board yang kami nanti - nantikan.

Dari jauh ada beberapa kapal yang sudah sandar, mereka pasti sudah ada dari semalam karena mau mengejar sunrise di Padar. Karena Padar salah satu spot bagus untuk melihat sunrise. Dari jauh kami melihat diatas bukit ada beberapa orang yang terlihat seperti semut sedang naik dan juga turun. Lagi - lagi kami harus trekking ke atas, untungnya kami trekking di pagi hari jadi tidak terlalu panas seperti di Gili Lawa.

Saya memutuskan untuk jalan lebih dahulu bersama Morgan, David, dan Gilang. Tidak disangka diperjalanan saya bertemu dengan Reza pacar dari Sasa teman saya. Dia sudah ada dari pagi sebelum sunrise muncul dan sekarang dia mau turun dan melanjutkan ke spot selanjutnya.


Di Padar masih terdapat beberapa pohon jadi kalau naik keatas di tengah hari bolong masih ada tempat untuk berteduh. Karena saya dan Morgan duluan ke atas jadi saya bisa foto - foto sebelum ramai hehehe...Sambil menunggu teman - teman yang lain sampai ke atas saya menikmati view pulau Padar yang sangat menakjubkan ini. Dalam hati berkata " akhirnya Gw bisa kesini juga yah ", senangnya minta ampun bisa menginjakkan kaki di Pulau Padar.

Foto credit : Morgan

Akhirnya semua sampai juga diatas, mereka mulai bergantian untuk foto di pulau yang menjadi icon dari Taman Nasional Komodo ini. Pak Abdul ikut keatas menemani kami sambil membawakan tas daypacknya teman - teman. Karena kami mengajar waktu untuk ke Pulau Rinca dan pulau Kanawa jam 9 pagi kami mulai turun lagi.

Sisi sebelah kiri
Sisi sebelah kanan

Saya pun turun duluan, di perjalanan turun saya memotret pemandangan dari sisi kiri dan kanan saya. Pulau Padar benar - benar menyuguhkan keindahan yang sangat keren dan unik jadi saya beruntung bisa kesini. Pas turun saya berpapasan dengan bule - bule, guide mereka bawa coolbox yang berisi minuman dingin. Enak banget yah dibawain coolbox jadi kalau haus bisa langsung minum yang dingin - dingin, duh rasanya pingin minta satu botol dari mereka hehehe...

Akhirnya dibawah saya memesan Air kelapa muda, harganya Rp. 30.000,/biji, lumayan mahal tapi wort it lah karena bawanya aja kesini jauh harus pakai kapal dulu. Selesai menikmati air kelapa kami pun kembali ke kapal untuk melanjutkan ke pulau Rinca. Akhirnya selesai sudah ke spot yang bisa dibilang adalah spot utama kami. Rasanya masih belum puas mengeksplore pulau Padar, kalau ada kesempatan ingin datang ke sini lagi.


Comments

Popular posts from this blog

Backpacker ke Nusa Penida Bali

Kini Akses Menuju Geopark Ciletuh Lebih Mudah dan Cepat Melalui Jalur Loji

Kemping Ceria di Hutan Pinus Loji Bogor