Jalan Jalan ke Bantimurung, Leang Leang & Rammang Rammang Maros


Rammang - Rammang
 Rencana untuk explore Sulawesi Selatan sudah ada dari awal tahun, niatnya ingin pergi sama teman teman yang selalu ngebolang bareng ber lima. Tapi apa daya yang lain pada nga bisa ikut karena ada yang nga punya cuti lagi, ada yang kurang tertarik dan 1 teman sudah kesana duluan bulan Mei untuk naik Gunung di Latimojong. Akhirnya Gw ngajak Mba Ennno karena setahu Gw dia paling suka wisata yang berbau sejarah, budaya & mistis. Karena salah satu tujuan Gw itu adalah Tana Toraja, tempat yang dari dulu bikin penasaran Gw dengan keunikan budaya nya. Akhirnya Mba Enno setuju karena menggantikan Trip ke Belitung bulan Mei yang gagal.

Gw pun mulai menyusun Itinerary dan bulan Agustus mulai Booking tiket. Kebetulan di Makassar ada salah satu teman kita Ainun yang mau Join tapi sayang 2 minggu sebelum kita berangkat dia ada tugas kantor selama 3 bulan di Surabaya. Yah sayang sekali padahal Gw senang banget mau ketemu Ainun disana, mungkin belum jodoh yah Nun. Di Makassar dan sekitarnya ada kantor cabang jadi Gw minta bantuan sama orang kantor cabang disana, untungnya mereka mau membantu.

Dan tanpa diduga duga si Deli mau Join sama kita, katanya sih dia pingin ikut tapi karena kerjaan jadi dia ragu. Deli hanya dikasih Cuti 2 hari sama atasannya jadi nanti dia pulang duluan dari kita, dia pun langsung cari tiket keberangkatan yang jam nya mendekati jam kita. Jumat tanggal 09 Oktober kita akan menuju Sulawesi Selatan untuk explore selama 6 hari, rasanya sudah nga sabar. Kita pun janjian di Bandara Soerkarno Hatta, karena kita beda Maskapai jadi kita beda Terminal keberangkatan. Tapi sebelum terbang kita ketemuan sebentar untuk makan malam.
Harus berpisah sama Deli
Selfie dulu Jul kata Mba Enno
Akhirnya Gw dan Deli harus berpisah dia duluan 5 menit dari kita, jadi sampai ketemu di Makassar yah Del. Jam 01.30 WITA kita sampai di Bandara Sultan Hasanuddin, kita langsung cari tempat untuk istirahat sebentar sebelum Pak Irwan Sales Kantor cabang Makassar jemput kita jam 06 pagi. Akhirnya kita menemukan Mushola dan kita tidur sebentetar untuk mengumpulakan tenaga.


Nemu Mushola (Foto credit : Deli)
Ngantuk berat (foto credit : Mba Enno)
Welcome to Makassar
Jam 06 Pagi Pak Irwan jemput kita di Bandara, dari Bandara kita menuju rumahnya Pak Irwan untuk numpang mandi. Setelah semua selesai mandi kita langsung menuju daerah Maros sambil singgah untk sarapan, sebelumnya kita jemput Mba Siska Admin Gudang Makassar untuk join sama kita supaya lebih seru. Itinerary hari ini adalah Bantimurung, Leang leang dan Rammang Rammang. Karena musim kemarau pemandangan sepanjang jalan kering & tandus tapi masih tetap ok jadi kaya Savana hehehe. Tempat pertama yang kita tuju adalah Taman Kupu kupu Bantimurung, tiket masuk per orangnya Rp. 25.000,-.
Biar kering tetap OK
Udah kelihatan
Sayap Kupu kupnya patah
Taman nasional Bantimurung ditunjuk menjadi kawasan konservasi atau taman nasional, Bantimurung dikenal dengan The Kingdom of Butterfly sedikitnya ada 20 jenis kupu-kupudisini. Selain itu di dalamnya ada Goa, Air Terjun dan Danau, di saat weekend tempat ini ramai dikunjungi karena air terjunnya bisa dipakai untuk bermain menggunakan Ban karet. Untungnya kita kesini masih pagi jadi masih sepi pengunjung dan kita bisa leluasa.


Pintu masuk (foto credit : Deli)
Welcome to Bantimurung
Kolam Jamala


Pertama masuk kita akan menemukan Kolam Jamala konon katanya kolom itu bisa menyembuhkan penyakit enteng Jodoh, wah pas banget nih untuk Gw hahaha sayang Gw lagi malas basah basahan. 

Muka pengen Nyebur
Pak Irwan & Mba Siska
Tidak jauh dari kolam Jamala kita bisa melihat langsung Air Terjun, karena lagi musim kemarau jadi debit airnya tidak deras tapi masih bagus untuk berenang atau main main air. Karena kita tidak berniat untuk basah basah an jadi kita melanjutkan perjalanan ke atas. Gw mau cari danau Kassi Kebo, karena Gw lihat di sosial media danaunya bagus dan hijau.

Air Terjun Bantimurung
View dari atas
Pak Irwan paling ganteng


Sepanjang Jalan menuju Danau Kassi Kebo mata disuguhi dengan aliran sungai yang berwarna hijau tosca. Rasanya pingin nyempulng ke dalam dan berenang, udara disini juga sejuk banget karena banyak pepohonan.
Let's Get Lost
Hijau Tosca

Girls Only (foto credit : Mba Enno)
Dan akhirnya sampai juga di Danau Kassi Kebo, istirahat sejenak sambil menikmati keindahan danau yang ada di dalam Taman Nasional ini. 

Muka Excited
Danau Kassi Kebo
Groufie


Selesai dari Danau Kassi Kebo kita langsung ke Spot berikutnya yaitu Taman Prasejarah Leang Leang. Di taman ini ada ratusan goa prasejarah yang tersebar di perbukitan cadas (karst) Maros-Pangkep. Yang bikin Gw penasaran lagi adalah adanya lukisan-lukisan dinding pada goa-goa dan Cap tangan manusia prasejarah. Gw pun langsung beli tiket untuk masuk ke dalam taman batu ini, Tiket masuk perorangnya Rp. 10.000,- untuk mobil Rp. 10.000,-.


Welcome to Leang Leang
Puanas
Karts
Hore ...
Kaya pintu masuk
Ci .. Luk .. Ba ..
Selesai foto foto di Taman Batu kita langsung ke Goa Pettae, di Goa ini ada gambar telapak tangan dan satu gambar babi rusa meloncat dengan anak panah di dadanya. Untuk masuk ke dalam Goa ini kita harus meminta petugas Taman untuk membukanya karena Goa ini di kunci untuk keamanan peninggalan Prasejarah di Dalam Goa.

Leang Petta Kere
Anak tangga ke atas Goa
Ruang tamu Jaman Prasejarah

Mereka lagi dengerin Guidenya
Cap Telapak Tangan siapa yah ??
Gambar Babi Rusa
Wow ada telapak tangan
Menurut cerita dari Petugas Taman Salah satu gambar telapak tangan diperkirakan sebagai cap telapak tangan milik salah satu anggota suku yang telah mengikuti ritual potong jari. Ritual itu dilakukan sebagai tanda berduka atas kematian orang terdekatnya. Selesai belajar sedikit mengenai jaman Prasejarah kita pindah Spot lagi menuju Rammang Rammang.

Vandalism nga Ok
Pas jalan menuju parkiran Gw menemukan batu yang di coret coret, haduh Vandalism itu nga Oke banget yah. Cuaca siang itu terik banget jadi lumayan bikin haus, kita pun istirahat sebentar di warung sebrang pintu masuk untuk beli minuman dingin. Selesai melepas dahaga kita langsung melaju ke Rammang Rammang, kebetulan Pak Irwan dan Mba Siska juga baru belum pernah kesana jadi kita masih meraba raba menuju kesana. Jaraknya nga terlalu jauh dari Leang Leang kira kira 20 menit. Akhirnya kita menemukan lokasinya dan sempat kelewatan karna Tulisan kecil jadi kurang terlihat.

Dermaga Rammang Rammang

Rammang-rammang (yang dalam arti bahasa Indonesia yakni awang-awang) adalah salah satu destinasi primadona baru bagi wisata di Sulawesi Selatan yang menawarkan keindahan dinding-dinding Karst yang sangat Indah. Gugusan Pegunungan Kapur (karst) Maros-Pangkep adalah gugusan pegunungan kapur yang terluas dan terbesar kedua di dunia setelah pegunungan kapur yang ada di Cina Lho. Didalam kawasan Rammang Rammang terdapat sebuah Desa Kecil Namanya Desa Berua. Untuk mencapai Desa tersebut kita harus menyusuri sungai menggunakan Ojeg Perahu yang ada di Dermaga, Ojeg Perahu akan mengantarkan kita ke Dalam Desa Berua dan mengantar kita kembali ke Dermaga.
Price list
Untuk Tarif Ojeg Perahu sudah ada price listnya di Dermaga jadi kita tidak bisa negosiasi lagi, menurut menurut Daeng yang punya Ojeg perahu itu harga sudah dari pemerintah setempat. Karena kita ber lima jadi kita pas sewa 1 perahu Rp.250.000-, tadinya kita mau sharing dengan pengunjung lain tapi karena takut tidak leluasa jadi kita sewa 1 perahu yang isinya kita semua. 

Cuzz ...
Groufie again
Woww ...
Mau mijit ke Desa Berua >.<
Ada jalan sempit :D


Sepanjang sungai terdapat rambu rambu untuk perahu katanya sih menghindari tabrakan antar perahu di sungai, sudah kaya di jalan raya saja yah. Perjalanan menyusuri perahu kurang lebih 15 menit.

Welcome to Kampung Berua (foto credit : Deli)
Sampai juga
Setelah melewati sungai akhirnya kita sampai juga di Desa Berua, untuk masuk ke Desa ini kita harus membayar tiket masuk perorang Rp. 2.000,-. 

Biar Kemarau tetap Enjoy
Didalam Desa Berua hanya terdapat 3 atau 4 buah rumah yang di kelilingi oleh karst. Sayang kita datang di Saat musim kemarau jadi sawah dan pepohonan kering semua. Beda banget view nya pada saat teman Gw datang di awal bulan Mei.

Expektasi vs Realita :((:
Banyak sapi
Mushola (foto credit : Deli)
 
Istirahat sejenak

Di dalam Kampung Berua ada satu warung dan bale bale untuk istirahat, kalau mau shalat juga ada mushola. Karena kita sudah cape seharian jalan jadi kita istirahat sebentar sebelum melanjutkan ke  Goa yang ada disini.
Ada Mata Air & Goa (foto credit : Deli)
Nyari telapak tangan (foto credit : Mba Enno)
Di sini juga ada Goa bekas jaman manusia  prasejarah, ada gambar telapak tangan di dinding batu hampir sama dengan telapak tangan yang ada di Leang Leang. 

Tanahnya retak (foto credit : Mba Enno)
Tidak banyak yang bisa dilihat di sekitaran Goa jadi kita memutuskan untuk kembali ke Perahu untuk pulang.
Rumah untuk menginap


Ternyata salah satu rumah di sini bisa dipakai untuk menginap, ada beberapa turis asing yang menginap disana. Sayangnya saya nga sempat menanyakan ke pemilik rumah berapa biaya menginap permalamnya.
with Deli (foto credit : Deli)
Pak Irwan
Dari Rammang Rammang kita kembali ke Makassar karena malamnya kita harus melanjutkan perjalanan ke Tana Toraja menggunakan Bis Malam. Kita mampir dulu di Daerah Losari untuk makan salah satu makanan khas Makassar yaitu Palu Basah.


Makan sore dulu
Palu Basah
Setelah perut kenyang Pak Irwan mengantarkan kita ke Terminal Daya, Sebenarnya Gw sudah booking by phone untuk Bis Menuju Tana Toraja. Tapi pas diperjalanan kita melihat Bis yang akan kita tumpangi, Bis nya sudah tua dan kelihatan tidak terlalu nyaman. Akhirnya Pak Irwan menyarankan untuk beli tiket Bis di Terminal Daya karena disana banyak Armada Bis ke Toraja jadi kita bisa memilih dan tidak usah kwatir kehabisan tiket. Akhirnya Itinerary hari ini selesai sudah, terimakasih untuk Pak Irwan dan Mba Siska yang sudah menemani kita hari ini. 


Thank You Maros :)






Comments

  1. Air terjun maros nya ngak begitu deras yaaaa

    ReplyDelete
  2. Engga mas karna kemarin kesana pas musim kemarau.

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  4. wah air terjun di bantimurungnya lagi surut yahh

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Backpacker ke Nusa Penida Bali

Kini Akses Menuju Geopark Ciletuh Lebih Mudah dan Cepat Melalui Jalur Loji

Kemping Ceria di Hutan Pinus Loji Bogor