Mau Liburan Asik dan Seru di Musim Hujan, Yuk Arung Jeram di Sungai Citatih ...

Niagara Adventure
Bulan Oktober sudah memasuki musim penghujan, mau jalan - jalan ke pantai pasti kurang asik kalau hujan. Nah liburan yang paling seru dan asik di saat musim hujan adalah arung jeram atau bahasa kerennya rafting karena debit airnya pasti naik jadi makin seru, berharap sih hujan jadi bisa ngerasain rafting sambil hujan - hujanan. Rencana rafting ini request dari beberapa teman yang ingin mencoba rafting di sungai Citatih. Bulan september kemarin ketika kami kumpul dinikahannya Mey, kami merencanakan untuk jalan bareng lagi sekalian reunian. Rafting di sungai Citatih menjadi pilihan liburan kami dan tanggal pun sudah kami putuskan yaitu tanggal 28 oktober 2017.

Agung sebagai koordinator sekaligus TL untuk rafting di Citatih, Saya membantu Agung untuk mencari Vila di Pelabuhan ratu karena rencananya setelah rafting kami mau kumpul kumpul sambil nyantai - nyantai. Seperti biasa kami sharing cost untuk semua biaya dan keperluan seperti BBM, Villa, makan, dll, perorangnya Rp. 500.000,- sudah termasuk paket rafting. Awalnya yang ikut ada 20 orang jadi berkurang menjadi 15 orang, ok gakpapa show must go on biarpun ada beberapa yang gak bisa ikut.
Basecamp Niagara

Jumat malam tanggal 27 kami kumpul di Tebet 39 sebagai tempat meeting point. Kami berangkat malam karena biar bisa istirahat disana dan  menghindari macet di Cigombong karena sedang ada perbaikan jembatan disana. Seperti biasa janjian jam 10 malam baru pada kumpul semua jam 11.30 dan jam 12 malam baru jalan dari Jakarta. Jam 04. 30 kami sampai di base camp Niagara. Untuk operator rafting kami pakai  Niagara Adventure karena 4 tahun yang lalu kami pernah pakai Niagara. Kalau teman - teman mau rafting di sungai Citatih bisa pakai Niagara contact person pak Wijanarko di 0858-8845-0837. Dengan harga Rp.270.000,-/pax rafting 12 km fasilitas : lokal transport, kelapa muda, makan 2x, snack 1x, Pijat 15 menit, asuransi dan sertifikat.
Otw start point (foto credit : Daru)

Setelah selesai sarapan kami langsung prepare untuk rafting, Agung kebingungan untuk memilih grup per sekoci nya. Akhirnya dengan sedikit perdebatan yang cukup sengit di bagilah 3 grup. Grup pertama ada Anang, Ichan, Desy & Femmy nah grup ini kebetulan dua - duanya couple an. Grup ke dua ada Saya, Dinda, Iman dan Finsya, grup ini lumayan kecil - kecil badannya. Grup terakhir ada Agung, Daru, Riki, Deli dan Yudi nah di grup ini lumayan gede - gede orangnya apalagi ada Daru yang terbiasa olah raga jadi aman lah dan gak perlu effort lebih untuk dayungnya. Di finish point nanti ada Anisa dan Mia mereka menunggu kita disana, Anisa tidak ikut rafting karena sedang hamil padahal waktu itu dia pengen banget nyobain rafting.

Ready (foto credit : Iman)

Narsis sebelum mengarungi sungai Citatih

Kebetulan hari itu kami berbarengan dengan rombongan yang pesertanya hampir 100 orang jadi sedikit kesiangan untuk mulai rafting. Kami mulai jalan ke start point jam 9 pagi, dari basecamp menuju start point kami diantar dengan mobil bak terbuka dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit. Sampai start point langsung memakai perlengkapan rafting, untuk alas kaki disarankan memakai sendal gunung biar gak lepas. Bagi yang tidak bawa jangan kuatir karena disana ada yang jual sendal gunung dengan harga bersahabat. Jangan lupa bawa sunblock kalau gak mau gosong seperti saya, gosongnya lebih parah dari main ke pantai. Tidak disarankan membawa HP atau memakai perhiasan, kalau punya kamera waterproof atau kamera sejenis gopro sih gapapa asal ada tali supaya bisa dipegang dengan erat.


Grup Anang (foto credit : Iman)

Grup Cherybel (foto credit : Iman)

Karena terlambat jadi kami tidak mengikuti briefing pengarahan dari instrukturnya. Rangernya akan memberikan briefing secara singkat dibawah. Beberapa dari kami sudah pernah rafting di sini jadi kami masih ingat aba - aba yang akan diberikan rangernya di tengah pengarungan nanti. Ada BOOM, Dayung maju, Dayung mundur, Geser kiri dan Geser kanan hehehe ...
Air sungainya masih tenang (foto credit ; Iman)

Rafting 12 km ini akan memakan waktu kurang lebih 2,5 jam, sepanjang pengarungan sungai kami akan melewati 22 jeram. Menit pertama kami masih melalui sungai yang airnya tenang, di air tenang perlu usaha keras untuk mendayung. Finsya dan Iman agak ngeselin cowok tapi dayungnya pelan - pelan giliran gak disuruh ngedayung malah ngedayung.  

Berenang dulu
Main siram - siraman pakai dayung bisa menambah keseruan disaat pengarungan jadi kami berlomba jalan paling depan supaya bisa nyiram sekoci dibelakang. Dan sesekali kami berhenti untuk berenang di sungai sambil menunggu team rescue. Kami harus menunggu team rescue dibelakang karena pada saat itu Niagara sedang full jadi kekurangan team rescue.

Dayung lagi (foto credit : Iman)

Break dulu (foto credit : Iman)




Sambil menunggu team rescue tiba kami istirahat sambil makan katimus (kudapan) yang dibawa oleh rangernya. Sampai akhirnya team rescue mulai kelihatan dan kami langsung melanjutkan perjalanan.


Sekoci Anang & Agung Kejar - kejaran
Team Cherrybell

Disini lah jeram - jeram yang lumayan ektrim dimulai, kang Dede dengan penuh semangat menginstruksi kami untuk terus dayung maju. " Satu... dua...tiga... ayo yang cowok - cowok dayung terus di depan akan ada jeram jadi siap - siap posisi BOOM ". Ada satu jeram yang memang dengan sengaja sekoci kami akan di balik oleh rangernya. Sekoci Agung dan Anang sudah terbalik duluan tinggal lah sekoci kami paling belakang. Dinda mulai deg deg an dan request sama ranger nya untuk tidak membalikkan sekoci tapi saya bilang ke Dinda " Gapapa Din gak seru kalau gak dibalikin sekocinya ". Sampai akhirnya tiba di jeram si kang Dede langsung membalikin sekoci kami. 


Team Agung dkk
Team Anang dkk




Kami masih terus mendayung mengarungi jeram - jeram kecil yang lumayan bisa bikin teriak - teriak gak jelas. Lucunya sekoci team Agung selalu nyangkut dan terjebak di batu sampai kami puas tertawa melihat mereka berusaha untuk keluar dari batu. Kira - kira 10 menit kemudian baru lah sekoci mereka bisa keluar dari jebakan batu. Kalau kata kang Dede " itu dia kenapa tadi saya suruh BOOM karena kalau gak BOOM pasti nyangkut kaya mereka. Mungkin mereka nyangkut karena muatannya yang kebanyakan atau karena badan mereka yang besar - besar hahaha....

Ada satu kejadian lagi ketika mereka melewati jeram yang paling ekstrim dan BOOM sekoci mereka hampir terbalik, yang duduk dibelakang terhempas dari  belakang jadi maju kedepan. Sampai - sampai Riki hampir jatuh ke air untung lah badan riki langsung dipegang oleh Daru. Sekoci mereka jadi tidak seimbang karena orangnya pada ngumpul di depan semua kecuali rangernya.  

Team rescue langsung dengan sigap membantu sekoci mereka, si ranger langsung melemparkan tali ke team rescue untuk ditarik ke pinggir. Karena disini ada pusaran arus jadi team rescue harus tetap  standbye. Sekoci team Saya dan Anang yang melewati jeram ekstrim itu dengan selamat dan tenang, kami hanya bisa melihat keseruan mereka ketika BOOM. Riki langsung keluar dari sekoci dan naik ke darat katanya " nafas dulu lah di darat tadi banyak banget air yang masuk kemulut gue gak tau deh uda berapa liter air yang gw minum ".

Setelah istirahat beberapa menit kami melanjutkan pengarungan sampai pada pertigaan dan titik temu antara sungai Citatih dan sungai Cimandiri. Disini batas sungai Citatih karena selanjutnya kami mengarungi sungai Cimandiri. Akhirnya 22 jeram sudah kami lewati dan air sungai sudah mulai tenang, kami berlomba untuk sampai di finish point. Saya langsung teriak ayok kita ngebut kejar mereka, kang Dede langsung bilang " disini mah isinya cewe semua teh gak ada lakinya, lakinya ". Hahaha saya dan Dinda langsung ketawa, " Iya nih team ini namanya team cherybell soalnya laki - lakinya pada gak semangat dayung ".

Didepan sudah mulai terlihat finish point kang Dede langsung memberikan instruksi
" Teteh - tetehnya nya bisa mundur kebelakang "
" Kenapa kang emangnya ? "
" Di depan ada orang dari Niagara yang akan fotoin lagi jadi biar fotonya bagus dan semuanya kelihatan "
" Oh ok Kang ".






















                                                          Detik - detik Iman jatuh ke Air

Saya dan Dinda langsung pindah ke belakang dan tiba - tiba entah bagaimana si Iman jatuh ke air. Hadeh uda siap - siap mau foto pake acara jatuh segala, awalnya saya cuek aja  ntar juga pasti sampe di finish karena di finish arusnya gak kencang dan sungainya sudah mulai dangkal. Cuma Finsya yang bantuin Iman naik keatas tapi pas si kang Dede mulai teriak " awas batu di depan, awas batu cepet naik keatas Mas nya". Saya jadi panik dan buru - buru bantuin Finsya nolongin Iman naik keatas sekoci. 

Sungai Cimandiri
Kami gak keburu untuk foto dan akhirnya sampai di finish point, Iman Iman ada aja kelakuannya. Uda tua masih aja gak mau diam hahaha...(peace man)

Finish point
Minum kelapa muda




Sampai di finish basecamp nya Niagara kami langsung disuguhkan kelapa muda, pas banget lagi capek dan haus gini minumnya kelapa muda. Enaknya Niagara tuh tempatnya persis pinggirnya sungai jadi gak perlu jalan jauh dan viewnya juga ok. Tiba - tiba kang Dede menghampiri kami dan memberikan sertifikat rafting, lumayan untuk koleksi hehehe...


Muka capek tapi happy (foto credit : Ichan)


Pijat dulu





Selesai minum kelapa muda kami langsung bergegas mandi dan makan siang dan pada siang itu Citatih diguyur hujan padahal Saya berharap hujannya tadi pagi pas rafting. Badan mulai berasa pegal - pegal dan sakit, saya langsung ke bale - bale tempat pijat. Harga paket rafting sudah termasuk pijat jadi enak banget kan habis rafting langsung relaks dipijat. Ada beberapa teman yang gak suka dan gak mau dipijat jadi saya ambil jatah mereka, kemarin saya dipijat sampai 2 kali. Tadinya saya mau 3 kali dipijat ambil jatahnya Deli karena dia gak mau dipijat. Tapi akhirnya gak jadi dipijat lagi, malu sama tukang pijatnya hahaha ...

Habis di pijat - pijat saya langsung melihat hasil foto kami semua saat pengarungan, untuk foto tidak include di paket jadi kami harus membayar Rp. 150.000,-/cd harganya sudah pasti naik dari 4 tahun yang lalu. Tapi saya nego sama si Mas nya dan hasil dari negosiasi kami hanya perlu  membayar Rp. 100.000,-/cd dan total 3 cd Rp. 300.000 lumayan kan. Setelah hujan reda kami langsung naik ke angkot untuk diantar kembali ke basecamp pertama. Rafting kali ini seru dan kocak karena dipengarungan sungai kebanyakan ketawa, becanda dan teriak - teriak gak jelasnya. Apalagi Saya satu sekoci sama Dinda lagi dayung bisa sambil gosip dan nyiyirin orang hahaha....
Semoga lain waktu kami bisa rafting bareng - bareng lagi tapi kalau bisa nyobain sungai yang lain, yang lebih banyak dan ekstrim jeramnya. 

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Backpacker ke Nusa Penida Bali

Kini Akses Menuju Geopark Ciletuh Lebih Mudah dan Cepat Melalui Jalur Loji

Kemping Ceria di Hutan Pinus Loji Bogor