Uniknya Gereja Ayam di Magelang

Gereja Ayam Bukit Rhema
Setelah menikmati kabut pagi di Puthuk Setumbu Baca disini kami melanjutkan perjalanan menuju Gereja Ayam yg terletak di Bukit Rhema jaraknya tidak terlalu jauh & masih satu lokasi dengan Puthuk Setumbu. Karena hujan sempat turun dipagi hari membuat jalanan menjadi licin, jadi harus hati - hati di musim hujan seperti saat ini. Tidak sedikit saya melihat beberapa orang terpeleset karena licin & juga karena alas kaki nya tidak sesuai dengan medan yg dilalui.

Spot diatas untuk Photo
Ada baiknya ketika mau ke sini menggunakan sepatu atau sendal gunung yg nyaman karena jalannya masih dari tanah merah & sedikit trekking. Perjalanan dari Puthuk Setumbu ke Gereja memakan waktu kurang lebih 30 menit. Ketika kami sampai disana suasana di Gereja Ayam sudah sangat ramai oleh pengunjung, maklum lah karena pas kami kesana itu lagi long weekend juga. 

Sedikit informasi yg saya dapat dari intenet sebenarnya Gereja Ayam ini sudah lama populer hingga ke Manca Negara karena bentuknya yg aneh. Banyak yg mengira bahwa bangunan ini berbentuk ayam yg sedang duduk di tanah. Namun Daniel Alamsjah meluruskan bahwa bangunan yang ia buat bukanlah berbentuk ayam seperti yang dikatakan orang-orang, melainkan berbentuk burung merpati.

Ide pembangunan tempat ini berawal ketika Daniel mendapat pesan dari Tuhan untuk membangun sebuah rumah ibadah berbentuk burung merpati. Karna Daniel merupakan seorang Kristen, banyak yang kemudian mengira bahwa tempat ini akan dijadikan gereja. Padahal bukan, Sampai pada akhirnya pembangunan tersebut terhenti karena masalah dana.

Kemunculan film AADC 2 yg mengambil setting film di sini memang mampu membuat Gereja Ayam menjadi lebih populer dari sebelumnya. Penonton dibuat penasaran dengan tempat yg unik ini & ingin tahu seperti apa tempat yg dikunjungi oleh Cinta & Rangga Hehehe...

Bukan lagi nunggu dokter :D
Ramai Pengunjung
Untuk masuk kedalam Gereja Ayam nya sendiri tidak di pungut biaya tiket masuk (HTM) namun jika ingin naik ke atas pengunjung harus membayar Rp. 10.000,-/orang. Pada saat kami kesana itu jumlah pengunjung banyak jadi harus daftar & nanti nama nya di tulis lalu dipanggil per grup. Jadi seperti ngantri berobat lah kira - kira.
AADC 2 :p
Dari pada bosan nunggu giliran naik ke atas jadi kami foto - foto di dalam Gereja Ayam. Akhirnya nama kami pun dipanggil & kami bersiap naik keatas, dalam satu grup itu ada 15 orang. Jadi setelah ada yg turun dari atas 15 orang maka yg naik juga 15 orang. Yang naik keatas Gereja Ayam hanya Saya, Deli & Toni, yg lainnya nunggu dibawah sambil sarapan. 

Lantai 2
Antri naik ke atas
Bangunan ini terdiri dari  3 lantai & lantai ke 3 sebelum kami naik ke atas mahkota ayamnya kami pun masih harus mengantri. Luar biasa yah antusias para pengunjung untuk bisa naik keatas, harus sabar menunggug giliran. Diatas kami diberi waktu 10 menit untuk menikmati view dari atas & pastinya untuk foto - foto.
View dari atas
Difotoin Mas Hasbi dari bawah
Kami tidak bisa menikmati suasana di atas Gereja Ayam karena tempatnya yg sempit ditambah banyaknya pengunjung jadi kami terburu - buru. Padahal view dari atas Gereja Ayam itu bagus banget, begini lah derita melancong di tempat yg lagi ngehits di saat long weekend hikss >.<

Selesai dari atas kami langsung turun karna setelah check out dari Hotel kami masih lanjut ke spot berikutnya yaitu Hutan Pinus Kragilan. Pas kami sampai di warung tempat teman -teman menunggu sambil bersantai tiba - tiba Anisa sakit perut. Jadi Anisa & Finsya masih istirahat dulu diwarung sambil nunggu perutnya baik kan. Saya & yg lain langsung turun cari parkiran.

Karena jalan turun yg kami lalui berbeda arah dari pas kami naik ke Puthuk Setumbu jadi kami sempat mencari - cari tempat parkirannya. Disini jujur saya sempat kesal dengan salah satu teman saya & membuat mood saya rusak. Memang perjalanan bisa membuat saya semakin mengenal watak masing - masing dari teman yg saya miliki. Ada saja cerita suka & duka nya saat traveling tapi jujur saya akan lebih pemilih dalam mencari teman jalan. 
Foto credit : Finsya
Desa Kretek Karangrejo
Borubudur dari samping
Sebelum kembali ke Hotel kami berhenti sebentar di Desa Kretek Karangrejo Borobudur. Disini kami bisa menikmati suasana pedesaan dengan hamparan sawah di kiri & kanan jalan. Disebelah kiri jalan terlihat puncak dari Candi Borobudur, sayang langit tidak begitu cerah jadi pencahayaan kurang baik untuk photo. Tidak ketinggalan kami mencoba Kupat tahu khas kota Magelang tidak jauh dari Hotel, harganya Rp. 8.000,-/porsi murah meriah kan.

Selesai sarapan kami langsung menuju hotel untuk prepare check out, sedangkan Mas Hasbi langung pamitan kembali ke Yogyakarta karena jam 12 ada kerjaan. Nanti malam kami janjian bertemu lagi di Yogyakarta. Saran saya jika ingin ke Puthuk Setumbu & Gereja Ayam lebih baik di saat musim kemarau. Pasti sunrise nya bagus banget di atas, plus kalau bisa hindari long weekend biar tidak berebutan spot photo dengan pengunjung yg lain. Dan yg paling penting adalah memperhatikan apa yg kita pakai & kita bawa saat akan traveling supaya tidak merepotkan yg lain.



Comments

Popular posts from this blog

Backpacker ke Nusa Penida Bali

Kemping Ceria di Hutan Pinus Loji Bogor

Fun Beach Camp di Pulau Sangiang Banten